Wednesday, May 28, 2008
Ciri-Ciri Manusia Bertaqwa
Landasan taqwa1.Hidup dan mati dalam keadaan Islam ( muslimun ) " Hai orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan muslimun " ( Ali Imran : 102 ). 2. Percaya dan yakin kepada Allah ( mukminun ) " Hai orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang yang mempermainkan dan mengejek agamamu sebagai pemimpin diantara orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang kafir; dan bertaqwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman " ( Al Maidah / 5 : 57 ). " Ingatlah ketika pengikut Nabi Isa berkata : " Hai Isa putera Maryam sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami ? ". Isa menjawab : " Bertaqwalah kepada Allah jika kamu betukl-betul orang yang beriman " ( Al maidah/5 : 112 ). 3. Hidup hanya untuk beribadah kepada Allah . ( Abidun ) " Hai manusia sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa "( Al Baqarah : 21 ). " Dan berkata ( Nabi Hud kepada kaumnya ) : " Hai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Allah, maka mengapa kamu tidak bertaqwa kepadaNya ? " ( Al A'raf : 65 ). 4. Mencari jalan untuk mendapatkan petunjuk Allah ( taqarrub ). " Hai orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan carilah jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan berjihadlah di jalanNya supaya kamu mendapat kejayaan " ( Al Maidah : 38 ). 5. Memikirkan ciptaan Allah ( tafakkur ). " Sesungguhnya dalam pertukaran malam dan siang itu dan pada yang diciptakan Allah di langit dan dibumi benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaanNya bagi mereka yang bertaqwa " ( Yunus !0 : 6 ). 6. Selalu mengingat Allah ( zikr ). " Sesungguhnya orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was daripada syetan, mereka segera mengingat Allah, dengan demikian mereka dapat segera melihat kesalahan diri mereka " ( Al A'raf 7 : 201 ). 7. Tetap berpegang teguh ( istiqamah ). " Dan selama mereka bersikap lurus maka hendaklah kamu bersikap lurus ( istiqamah ) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertaqwa " ( At Taubah /9 : 7 ). SIKAP TAQWA : 8. Mengutamakan akhirat daripada dunia ( Zuhud ). " Katakanlah bahwa kesenangan dunia itu hanyalah sedikit, dan akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertaqwa " ( An Nisa : 77 ).9. Selalu meningkatkan diri dan memperbaiki diri dan orang lain( Ishlah ) " Maka barangsiapa yang bertaqwa dan selalu mengadakan perbaikan maka mereka tidak akan ketakutan dan tidak akan bersedih hati " ( Al A'raf : 35 ). " Dan bertaqwalah kamu kepada Allah dan perbaikilah hubungan diantara sesama kamu " ( Al Anfal : 1 ). 10. Menjaga diri daripada yang haram ( Wara' ) " Hai orang yang beriman bertaqwalah kamu kepada Allah dan jagalah dirimu daripada riba " ( Al Baqarah : 287 )11. Tabah dalam menghadapi segala keadaan ( Sabar ) " Jika kamu sabar dan bertaqwa maka tidak ada sedikitpun daripada tipuan mereka dapat memudaratkanmu " ( Ali Imran : 120 ). " Jika kamu bersabar ( daripada bala dan musibah ) dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang paling diutamakan " ( Ali Imran : 186 ).
Tuesday, May 13, 2008
Zaujah Solehah Penghibur Jiwa
Zaujah solehah penghibur jiwa
Lantaran sentiasa membesarkan Allah di dalam solatnya
Dan Sunnah Rasulullah menjadi jalan hidupnya
Kalamullah adalah akhbar dan hiburan
Janji-janji Allah adalah jaminan ketenangan
Sumber jiwanya beroleh kekuatan
Agar sabar merintangi musibah
Istiqamah dalam mujahaddah
Berteguh menjunjung hukum-hakam Allah
Jiwanya damai, tidak mudah bergoncang
Ujian hidup baginya fitrah;Sebagai mehnah, didikan terus dari Allah
Salah satu antara dua :tanda kasih sayang Allah atau penghapusan dosa yang meningkatkan iman
Berwaspada dengan firman Allah :" Barangsiapa yang tidak rela terhadap takdir Ku tidak sabar terhadapcubaan Ku dan tidak syukur terhadap nikmat pemberian Ku, maka carilah
Tuhan selain Aku"Berkhalwah pasrah di hujung malam munajatnya adalah bicara cinta
Rintihan dan pengaduan adalah bait puitis
Tidak pernah merelakan dirinya hanyut dibuai perasaan
Gelodak rasanya tidak mudah diturutiDia insaf
Hiburan yang tidak membimbing jiwa ke arah cinta ketuhanan
Adalah pembohongan dan sia-sia
Ketenangan yang diilhamkan hanyalah sementara
Sentuhan iramanya tidakkan mampu memecahkan masalah
Gemerlap sinarnya tidakkan menyuluh jalan keluar
Bahkan jiwanya yang sakit akan semakin parah
Tusukan asyiknya adalah jarum-jarum syaitan
Matahati akan buta, kaburlah hikmah yang tersirat
Tidakkan nampak jalan akhirat
Inilah yang ditakuti dan sentiasa diawasinya !!Maka kepada Allah lah dipanjatkan segala pengaduan dan Dia-lah sebaik-baik tempat pergantungan.
Seperti yang dinukilkan dalam firman Allah :"Apabila ditimpa musibah , mereka mengucapkan; Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Mereka itulah yang mendapatkeberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannnya dan mereka itulah
orang-orang yang mendapat petunjuk"(Al-Baqarah : 156-157 )Inilah wanita solehahyang tidak akan membiarkan dirinyamenjadi busar panahan syaitan
diperalatkan untuk mengumpan kaum Adam
Memandangnya menyejukkan mata
Dirinya yang tenteram memberikan hiburan
Kiranya ia seorang isteri
keperibadiannya akan menghibur suami
Seperti yang diungkap oleh pujanga sufi" Rumahtangga menjadi gelanggang dan kebanggaan
Anak-anak menjadi murid
Dialah mursyidnya
Harta suami dijaga dengan sempurna
Dilepaskan suami berjuang dengan rela dan bangga
Dirumah dan diluar
Maruahnya sentiasa dijaga
Sentiasa menguntum senyum
Dihadapan suami
Sanggup hidup berdua
Mati bersama
Lantaran mengharap keredhaan Allah semata-mata
Memadai dengan apa yang ada
Tidak pernah menuntut apa yang tiada
Menjadi tulang belakang perjuangan suami
Hingga suaminya terasa
Rumah itu syurga
Menjadi sumber kekuatan jiwa dalam menegakkan jihadnya
Natijahnya : Lahirlah jiwa sakinnah bernafsu mutmainnah
Dan mendapat alu-aluan Allah :"Kembalilah kepada Tuhan mu dengan hati yang puas lagi diredhai-Nya"(Surah Al-Fajr : 27 )
http://intelligents ufi.blogs. friendster. com/intelligent_ sufi/
Lantaran sentiasa membesarkan Allah di dalam solatnya
Dan Sunnah Rasulullah menjadi jalan hidupnya
Kalamullah adalah akhbar dan hiburan
Janji-janji Allah adalah jaminan ketenangan
Sumber jiwanya beroleh kekuatan
Agar sabar merintangi musibah
Istiqamah dalam mujahaddah
Berteguh menjunjung hukum-hakam Allah
Jiwanya damai, tidak mudah bergoncang
Ujian hidup baginya fitrah;Sebagai mehnah, didikan terus dari Allah
Salah satu antara dua :tanda kasih sayang Allah atau penghapusan dosa yang meningkatkan iman
Berwaspada dengan firman Allah :" Barangsiapa yang tidak rela terhadap takdir Ku tidak sabar terhadapcubaan Ku dan tidak syukur terhadap nikmat pemberian Ku, maka carilah
Tuhan selain Aku"Berkhalwah pasrah di hujung malam munajatnya adalah bicara cinta
Rintihan dan pengaduan adalah bait puitis
Tidak pernah merelakan dirinya hanyut dibuai perasaan
Gelodak rasanya tidak mudah diturutiDia insaf
Hiburan yang tidak membimbing jiwa ke arah cinta ketuhanan
Adalah pembohongan dan sia-sia
Ketenangan yang diilhamkan hanyalah sementara
Sentuhan iramanya tidakkan mampu memecahkan masalah
Gemerlap sinarnya tidakkan menyuluh jalan keluar
Bahkan jiwanya yang sakit akan semakin parah
Tusukan asyiknya adalah jarum-jarum syaitan
Matahati akan buta, kaburlah hikmah yang tersirat
Tidakkan nampak jalan akhirat
Inilah yang ditakuti dan sentiasa diawasinya !!Maka kepada Allah lah dipanjatkan segala pengaduan dan Dia-lah sebaik-baik tempat pergantungan.
Seperti yang dinukilkan dalam firman Allah :"Apabila ditimpa musibah , mereka mengucapkan; Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Mereka itulah yang mendapatkeberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannnya dan mereka itulah
orang-orang yang mendapat petunjuk"(Al-Baqarah : 156-157 )Inilah wanita solehahyang tidak akan membiarkan dirinyamenjadi busar panahan syaitan
diperalatkan untuk mengumpan kaum Adam
Memandangnya menyejukkan mata
Dirinya yang tenteram memberikan hiburan
Kiranya ia seorang isteri
keperibadiannya akan menghibur suami
Seperti yang diungkap oleh pujanga sufi" Rumahtangga menjadi gelanggang dan kebanggaan
Anak-anak menjadi murid
Dialah mursyidnya
Harta suami dijaga dengan sempurna
Dilepaskan suami berjuang dengan rela dan bangga
Dirumah dan diluar
Maruahnya sentiasa dijaga
Sentiasa menguntum senyum
Dihadapan suami
Sanggup hidup berdua
Mati bersama
Lantaran mengharap keredhaan Allah semata-mata
Memadai dengan apa yang ada
Tidak pernah menuntut apa yang tiada
Menjadi tulang belakang perjuangan suami
Hingga suaminya terasa
Rumah itu syurga
Menjadi sumber kekuatan jiwa dalam menegakkan jihadnya
Natijahnya : Lahirlah jiwa sakinnah bernafsu mutmainnah
Dan mendapat alu-aluan Allah :"Kembalilah kepada Tuhan mu dengan hati yang puas lagi diredhai-Nya"(Surah Al-Fajr : 27 )
http://intelligents ufi.blogs. friendster. com/intelligent_ sufi/
Wednesday, May 7, 2008
MUHASABAH DIRI
Penjelasan mengenai Prinsip Rukun Bai’ah. (m/s 519)
Saudara yang jujur
Rukun baiah dibahagikan kepada 10, perlu dihayati dan dihafal:
Faham
- yakin fikrah atau gagasan kita adalah sepenuhnya berlandaskan Islam. Kefahaman Islam yang kita perlu lakukan adalah berdasarkan kepada skop 20 usul
Ikhlas
- setiap muslim meniatkan setiap kata, tindakan dan jihad yang dilakukan hanya untuk Allah
Amal
- hasil yang diperolehi daripada ilmu dan ikhlas
Jihad
- satu kefardhuan yang akan terus diwajibkan sehingga hari kiamat
Berkorban (Tadhiyah)
- menyumbang jiwa dan harta, masa dan nyawa serta segala-galanya demi mencapai matlamat.
Taat
- akur kepada perintah dan segera melaksanakan dalam keadaan sukar atau senang, rela atau terpaksa.
Tabah (Thabat)
- terus menerus bekerja dan berjihad untuk mencapai matlamat walau sejauhmana tempoh yang ditempuhi dan memakan masa bertahun-tahun lamanya, sehingga kita bertemu dengan Allah
Jatidiri (Tajarrud)
- memberikan tumpuan sepenuhnya kepada fikrah atau gagasan dan mengenepikan semua prinsip dan tokoh lain selain daripada gagasan kita kerana gagasan kita adalah yang paling mulia, paling lengkap dan paling tinggi.
Bersaudara (Ukhuwah)
- hati-hati dan roh-roh yang dihubungkan dengan ikatan ikadah
Menaruh kepercayaan (Thiqah)
- menaruh kepercayaan penuh kepada kewibawaan dan keikhlasan pemimpin hingga ke tahap lahir rasa kasih, menyanjung tinggi, hormat dan taat.
Antara perkara yang perlu dimuhasabah mengenai Pra M:
Aspek Tarbiyyah
Di antara penyakit-penyakit yang timbul di kalangan ahli jemaah:
Tidak wala’ kepada pimpinan.
Kurangnya penekanan tentang aspek pengisian tarbiyyah.
Tidak merasai kepentingannya mengadakan usrah.
Tiada daya penarik yang boleh dilakukan dalam aktivit-aktiviti usrah.
Kepentingan usrah menurut pandangan Imam Syahid Hasan Al-Banna : (m/s 543 – 547) , Himpunan Risalah Imam Hasan Al-Banna / Pustaka Salam
a. Sistem usrah ini mempunyai tiga rukun :
i. Taaruf (kenal-mengenali)
ii. Tafahum (faham-memahami)
iii. Takaful (bantu-membantu)
Komitmen Ahli
Di antara penyakit-penyakit yang timbul di kalangan ahli jemaah:
Tugas dan tanggungjawab dipikul oleh orang yang sama dalam gerak kerja jemaah yang dilakukan sehingga tiada orang yang lain yang turut sama membantu.
Tidak mempunyai sikap rasa bertanggungjawab dengan apa yang telah diamanahkan dan diarahkan oleh pimpinan.
Tidak merasai kemanisan dan keseronokan berada dalam jemaah.
Ukhuwah
Di antara penyakit-penyakit yang timbul di kalangan ahli jemaah:
Kurang sikap bekerjasama dalam sesuatu kerja yang dilakukan.
Tidak wujud suasana hubungan ukhuwah yang erat.
Faktor-faktor yang boleh mengeratkan hubungan ukhuwah di kalangan ahli jemaah:
a. Menjaga dan sama-sama menyempurnakan solat secara berjemaah di samping ibadah-ibadah khusus dan umum yang lain.
b. Sentiasa bersangka baik terhadap semua orang (walaupun kita perlu berwaspada setiap masa).
c. Sentiasa memberikan senyuman ikhlas kepada orang di sekeliling kita.
d. Memperbanyakkan sedekah (sama ada dalam bentuk wang, tenaga, senyuman, masa, nasihat, idea, pandangan, sokongan moral dan doa yang berterusan).
e. Sentiasa memperbanyakkan sabar.
f. Sentiasa ceria apabila berjumpa dengan sahabat/sahabiah kita.
g. Mempamerkan sahsiah yang positif setiap masa. Peribadi yang kurang sopan akan menyebabkan orang lain rasa benci terhadap diri kita.
h. Mengamalkan sunah-sunah harian setiap masa dan Insya Allah orang lain akan tertarik kepada kita.
i. Jika wujud sebarang perasaan sombong atau benci terhadap orang lain, terus ingatkan diri kita tentang mati. Kita mudah insaf dan balik ke pangkal jalan apabila mengingati mati.
j. Sentiasa syukur dan redha atas pemberian Allah S.W.T.
k. Sentiasa memberi salam dan ucap selamat kepada orang lain. Pemberian salam akan mengukuhkan hubungan sesama manusia.
l. Pamerkan simpati kepada setiap individu-individu yang memerlukan simpati dan perhatian.
m. Jadilah pendengar dan kawan yang setia.
n. Sampaikan berita baik tentang orang lain dan sembunyikan kelemahan atau keburukan orang lain.
o. Sentiasa bermaaf-maafan sebelum berpisah dengan seseorang dan iringi perpisahan dengan doa.
p. Perlu menyayangi dan memperbaiki diri kita.
Akademik
Di antara penyakit-penyakit yang timbul di kalangan ahli jemaah:
Tiada semangat dalam meneruskan lagi pengajian dalam akademik.
Tiada maklumat mengenai kerjasama dengan staf-staf akademik.
“Persahabatan tidak pernah putus kerana diikat dengan rantai keimanan, Diri tak pernah keseorangan kerana diikat dengan rabitah hati, Perjuangan tidak pernah selesai sehinggalah ke syurga”
Saudara yang jujur
Rukun baiah dibahagikan kepada 10, perlu dihayati dan dihafal:
Faham
- yakin fikrah atau gagasan kita adalah sepenuhnya berlandaskan Islam. Kefahaman Islam yang kita perlu lakukan adalah berdasarkan kepada skop 20 usul
Ikhlas
- setiap muslim meniatkan setiap kata, tindakan dan jihad yang dilakukan hanya untuk Allah
Amal
- hasil yang diperolehi daripada ilmu dan ikhlas
Jihad
- satu kefardhuan yang akan terus diwajibkan sehingga hari kiamat
Berkorban (Tadhiyah)
- menyumbang jiwa dan harta, masa dan nyawa serta segala-galanya demi mencapai matlamat.
Taat
- akur kepada perintah dan segera melaksanakan dalam keadaan sukar atau senang, rela atau terpaksa.
Tabah (Thabat)
- terus menerus bekerja dan berjihad untuk mencapai matlamat walau sejauhmana tempoh yang ditempuhi dan memakan masa bertahun-tahun lamanya, sehingga kita bertemu dengan Allah
Jatidiri (Tajarrud)
- memberikan tumpuan sepenuhnya kepada fikrah atau gagasan dan mengenepikan semua prinsip dan tokoh lain selain daripada gagasan kita kerana gagasan kita adalah yang paling mulia, paling lengkap dan paling tinggi.
Bersaudara (Ukhuwah)
- hati-hati dan roh-roh yang dihubungkan dengan ikatan ikadah
Menaruh kepercayaan (Thiqah)
- menaruh kepercayaan penuh kepada kewibawaan dan keikhlasan pemimpin hingga ke tahap lahir rasa kasih, menyanjung tinggi, hormat dan taat.
Antara perkara yang perlu dimuhasabah mengenai Pra M:
Aspek Tarbiyyah
Di antara penyakit-penyakit yang timbul di kalangan ahli jemaah:
Tidak wala’ kepada pimpinan.
Kurangnya penekanan tentang aspek pengisian tarbiyyah.
Tidak merasai kepentingannya mengadakan usrah.
Tiada daya penarik yang boleh dilakukan dalam aktivit-aktiviti usrah.
Kepentingan usrah menurut pandangan Imam Syahid Hasan Al-Banna : (m/s 543 – 547) , Himpunan Risalah Imam Hasan Al-Banna / Pustaka Salam
a. Sistem usrah ini mempunyai tiga rukun :
i. Taaruf (kenal-mengenali)
ii. Tafahum (faham-memahami)
iii. Takaful (bantu-membantu)
Komitmen Ahli
Di antara penyakit-penyakit yang timbul di kalangan ahli jemaah:
Tugas dan tanggungjawab dipikul oleh orang yang sama dalam gerak kerja jemaah yang dilakukan sehingga tiada orang yang lain yang turut sama membantu.
Tidak mempunyai sikap rasa bertanggungjawab dengan apa yang telah diamanahkan dan diarahkan oleh pimpinan.
Tidak merasai kemanisan dan keseronokan berada dalam jemaah.
Ukhuwah
Di antara penyakit-penyakit yang timbul di kalangan ahli jemaah:
Kurang sikap bekerjasama dalam sesuatu kerja yang dilakukan.
Tidak wujud suasana hubungan ukhuwah yang erat.
Faktor-faktor yang boleh mengeratkan hubungan ukhuwah di kalangan ahli jemaah:
a. Menjaga dan sama-sama menyempurnakan solat secara berjemaah di samping ibadah-ibadah khusus dan umum yang lain.
b. Sentiasa bersangka baik terhadap semua orang (walaupun kita perlu berwaspada setiap masa).
c. Sentiasa memberikan senyuman ikhlas kepada orang di sekeliling kita.
d. Memperbanyakkan sedekah (sama ada dalam bentuk wang, tenaga, senyuman, masa, nasihat, idea, pandangan, sokongan moral dan doa yang berterusan).
e. Sentiasa memperbanyakkan sabar.
f. Sentiasa ceria apabila berjumpa dengan sahabat/sahabiah kita.
g. Mempamerkan sahsiah yang positif setiap masa. Peribadi yang kurang sopan akan menyebabkan orang lain rasa benci terhadap diri kita.
h. Mengamalkan sunah-sunah harian setiap masa dan Insya Allah orang lain akan tertarik kepada kita.
i. Jika wujud sebarang perasaan sombong atau benci terhadap orang lain, terus ingatkan diri kita tentang mati. Kita mudah insaf dan balik ke pangkal jalan apabila mengingati mati.
j. Sentiasa syukur dan redha atas pemberian Allah S.W.T.
k. Sentiasa memberi salam dan ucap selamat kepada orang lain. Pemberian salam akan mengukuhkan hubungan sesama manusia.
l. Pamerkan simpati kepada setiap individu-individu yang memerlukan simpati dan perhatian.
m. Jadilah pendengar dan kawan yang setia.
n. Sampaikan berita baik tentang orang lain dan sembunyikan kelemahan atau keburukan orang lain.
o. Sentiasa bermaaf-maafan sebelum berpisah dengan seseorang dan iringi perpisahan dengan doa.
p. Perlu menyayangi dan memperbaiki diri kita.
Akademik
Di antara penyakit-penyakit yang timbul di kalangan ahli jemaah:
Tiada semangat dalam meneruskan lagi pengajian dalam akademik.
Tiada maklumat mengenai kerjasama dengan staf-staf akademik.
“Persahabatan tidak pernah putus kerana diikat dengan rantai keimanan, Diri tak pernah keseorangan kerana diikat dengan rabitah hati, Perjuangan tidak pernah selesai sehinggalah ke syurga”
NASIHAT UNTUK KELAB IQRA'
Perkara-perkara yang akan disentuh semasa sesi perjumpaan bersama muslimin dan muslimat Kelab Iqra’:
Persediaan menghadapi peperiksaan (14 April – 2 Mei 2008) dari aspek ilmu, jasmani, dan rohani.
Persediaan rohani:
• menunaikan perintah Allah
• sayang dan menghormati orang lain terutama yang lebih tua
• hormat dan menyayangi pensyarah
• berperibadi terpuji
Persediaan jasmani:
• pemakanan yang baik
• riadah
• bersih dan terurus
• pakaian yang sesuai
• rehat dan tidur yang cukup
Persediaan ilmu:
• menguasai semua mata pelajaran
• mengulangkaji berterusan
• meminati semua mata pelajaran
• belajar berkumpulan
• membuat latihan
• selalu menguji diri
• selalu meminta tunjuk ajar dari orang lain
2. Menurut kata-kata Luqman al Hakim:
“Dua orang yang paling gagal dalam hidup ialah orang yang tidak cekap dalam urusan kerja dan hanya membuat kerja apabila disuruh”.
3. Ciri-ciri yang perlu ada:
• Rajin dan semangat juang yang tinggi,
• Bekerjasama,
• Sering berjumpa pensyarah,
• Pandai mengurus masa.
Pengurusan masa yang baik ialah apabila kita dapat mendisiplinkan (jadual kerja harian) diri kita dalam melaksanakan aktiviti pembelajaran. Ia termasuk:
1. membaca buku atau mengulangkaji
2. beriadah
3. menyelesaikan kerja
4. membantu ibu dan ayah*
5. menziarahi rumah saudara/kawan*
Pengurusan masa boleh dilaksanakan secara 2 peringkat iaitu pengagihan masa dan penggunaan masa.
Persediaan menghadapi peperiksaan (14 April – 2 Mei 2008) dari aspek ilmu, jasmani, dan rohani.
Persediaan rohani:
• menunaikan perintah Allah
• sayang dan menghormati orang lain terutama yang lebih tua
• hormat dan menyayangi pensyarah
• berperibadi terpuji
Persediaan jasmani:
• pemakanan yang baik
• riadah
• bersih dan terurus
• pakaian yang sesuai
• rehat dan tidur yang cukup
Persediaan ilmu:
• menguasai semua mata pelajaran
• mengulangkaji berterusan
• meminati semua mata pelajaran
• belajar berkumpulan
• membuat latihan
• selalu menguji diri
• selalu meminta tunjuk ajar dari orang lain
2. Menurut kata-kata Luqman al Hakim:
“Dua orang yang paling gagal dalam hidup ialah orang yang tidak cekap dalam urusan kerja dan hanya membuat kerja apabila disuruh”.
3. Ciri-ciri yang perlu ada:
• Rajin dan semangat juang yang tinggi,
• Bekerjasama,
• Sering berjumpa pensyarah,
• Pandai mengurus masa.
Pengurusan masa yang baik ialah apabila kita dapat mendisiplinkan (jadual kerja harian) diri kita dalam melaksanakan aktiviti pembelajaran. Ia termasuk:
1. membaca buku atau mengulangkaji
2. beriadah
3. menyelesaikan kerja
4. membantu ibu dan ayah*
5. menziarahi rumah saudara/kawan*
Pengurusan masa boleh dilaksanakan secara 2 peringkat iaitu pengagihan masa dan penggunaan masa.
Tuesday, April 29, 2008
Mus'ab bin Umair : Pemuda Dakwah
Mus'ab bin Umair : Pemuda Dakwah
Musab bin Umair adalah sahabat Rasulullah yang sangat terkenal dan menjadi teladan kepada umat Islam sepanjang zaman. Sebelum memeluk Islam lagi Musab terkenal sebagai orang yang berperawakan lemah lembut, suka berpakaian kemas, mahal dan indah. Malah dia selalu berlawan dengan kawan-kawannya untuk berpakaian sedemikian. Keadaan dirinya yang mewah dan rupanya yang kacak menyebabkan Musab menjadi kegilaan gadis di Makkah. Mereka sentiasa berangan-angan untuk menjadi isterinya.
Musab sebenarnya adalah anak yang paling disayangi ibunya berbanding adik beradiknya yang lain. Apa sahaja permintaannya tidak pernah ditolak. Oleh itu tidaklah menghairankan apabila ibunya begitu marah selepas mendapat tahu Musab telah menganut Islam.
Ibu dan ayahnya telah mengurung dan menyeksa Musab selama beberapa hari dengan harapan dia akan meninggalkan Islam. Bagaimanapun tindakan itu tidak sedikit pun melemahkan keyakinannya. Pujukan dan ancaman ibunya tidak berkesan. Mereka sudah habis ikhtiar lalu membebaskannya buat sementara.
Tindakan ibunya tidak sedikit pun menimbulkan rasa takut pada Musab, sebaliknya dia tidak jemu-jemu memujuk ibunya memeluk Islam kerana kasih pada ibunya. Musab membuat pelbagai ikhtiar tetapi semua tindakannya hanya menambahkan lagi kemarahan dan kebencian ibunya.
Pada suatu hari Musab melihat ibunya dalam keadaan pucat lesi. Dia pun bertanyakan sebabnya. Kata ibunya, dia telah berniat di hadapan berhala bahawa dia tidak akan makan dan minum sehingga Musab meninggalkan Islamnya.
Cuba bayangkan bagaimana jika anda berada di tempat Musab ketika itu, berhadapan dengan ibu yang hanya hampir tinggal nyawa ikan? Apakah jawapan anda? Tergamakkah anda membiarkannya terlantar begitu? Atau apakah ada jawapan lain yang lebih menggembirakan? Dengarlah jawapan Musab kepada ibunya: Andaikata ibu mempunyai seratus nyawa sekalipun, dan nyawa ibu keluar satu demi satu, nescaya saya tetap tidak akan meninggalkan Islam sama sekali.
Apa lagi lemahlah siibu mendengar jawapan sianak. Dengan jawapan tersebut juga, Musab dihalau daripada rumah ibunya. Tinggallah Musab bersama-sama Rasulullah dan sahabat-sahabat yang sangat daif ketika itu.
Untuk meneruskan kehidupannya, Musab berusaha sendiri bekerja mencari nafkah dengan menjual kayu api. Apabila sampai berita ini kepada ibunya, dia merasa amat marah dan malu kerana kebangsawanannya telah dicemari oleh sikap Musab. Adik-beradik Musab juga sering menemui dan memujuknya supaya kembali menyembah berhala. Tetapi Musab tetap mempertahankan keimanannya.
Sewaktu ancaman dan seksaan kaum Quraisy ke atas kaum Muslim menjadi-jadi, Rasulullah telah mengarahkan supaya sebahagian sahabat berhijrah ke Habysah. Musab turut bersama-sama rombongan tersebut. Sekembalinya dari Habsyah, keadaan beliau semakin berubah. Kurus kering dan berpakaian compang-camping. Keadaan itu menimbulkan rasa sedih di dalam hati Rasulullah. Kata-kata Rasulullah mengenai Musab sering disebut-sebut oleh sahabat:
Segala puji bagi bagi Allah yang telah menukar dunia dengan penduduknya. Sesungguhnya dahulu saya melihat Musab seorang pemuda yang hidup mewah di tengah-tengah ayah bondanya yang kaya raya. Kemudian dia meninggalkan itu semua kerana cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
Apabila ibu Musab mendapat tahu mengenai kepulangannya, dia memujuk anaknya supaya kembali kepada berhala. Dia mengutuskan adik Musab yang bernama al-Rum untuk memujuknya. Namun Musab tetap dengan pendiriannya. Bagaimanapun tanpa pengetahuan ibunya, al-Rum juga sudah memeluk Islam tetapi dia merahsiakannya. Sewaktu berlaku peperangan Uhud, Musab ditugaskan memegang panji-panji Islam. Peringkat kedua peperangan telah menyebabkan kekalahan di pihak tentera Muslimin. Tetapi Musab tetap tidak berganjak dari tempatnya dan menyeru: Muhammad adalah Rasul, dan sebelumnya telah banyak diutuskan rasul.
Ketika itu, seorang tentera berkuda Quraisy, Ibn Qamiah menyerbu ke arah Musab dan melibas tangan kanannya yang memegang panji-panji Islam. Musab menyambut panji-panji itu dan memegang dengan tangan kirinya sambil mengulang-ulang laungan tadi. Laungan itu menyebabkan Ibn Qamiah bertambah marah dan menetak tangan kirinya pula. Musab terus menyambut dan memeluk panji-panji itu dengan kedua-dua lengannya yang kudung. Akhirnya Ibn Qamiah menikamnya dengan tombak. Maka gugurlah Musab sebagai syuhada' Uhud.
Abu al-Rum, Amir ibn Rabiah dan Suwaibit ibn Sad telah berusaha mendapatkan panji-panji tersebut daripada jatuh ke bumi. Abu Rum telah berjaya merebutnya dan menyaksikan sendiri syahidnya Musab. Abu Rum tidak dapat lagi menahan kesedihan melihat kesyahidan abangnya. Tangisannya memenuhi sekitar bukit Uhud. Ketika hendak dikafankan, tidak ada kain yang mencukupi untuk menutup mayat Musab. Keadaan itu menyebabkan Rasulullah tidak dapat menahan kesedihan hingga bercucuran air matanya. Keadaannya digambarkan dengan kata-kata yang sangat masyhur: Apabila ditarik ke atas, bahagian kakinya terbuka. Apabila ditarik ke bawah, kepalanya terbuka. Akhirnya, kain itu digunakan untuk menutup bahagian kepalanya dan kakinya ditutup dengan daun-daun kayu.
Demikian kisah kekuatan peribadi seorang hamba Allah dalam mempertahankan kebenaran dan kesucian Islam. Beliau jugalah merupakan pemuda dakwah yang pertama mengetuk setiap pintu rumah di Madinah sebelum berlakunya hijrah. Kisahnya mempamerkan usaha dan pengorbanannya yang tinggi untuk menegakkan kebenaran. Semua itu adalah hasil proses tarbiyah yang dilaksanakan oleh Rasulullah.
Musab telah menjadi saksi kepada kita akan ketegasan mempertahankan aqidah yang tidak berbelah bagi terhadap Islam sekalipun teruji antara kasih sayang kepada ibunya dengan keimanan. Musab lebih mengutamakan kehidupan Islam yang serba sederhana dan kekurangan berbanding darjat dan kehidupan yang mewah. Dia telah menghabiskan umurnya untuk Islam, meninggalkan kehebatan dunia, berhijrah zahir dan batin untuk mengambil kehebatan ukhrawi yang sejati sebagai bekalan kehidupan dalam perjuangan yang tidak pernah padam.
Musab bin Umair adalah sahabat Rasulullah yang sangat terkenal dan menjadi teladan kepada umat Islam sepanjang zaman. Sebelum memeluk Islam lagi Musab terkenal sebagai orang yang berperawakan lemah lembut, suka berpakaian kemas, mahal dan indah. Malah dia selalu berlawan dengan kawan-kawannya untuk berpakaian sedemikian. Keadaan dirinya yang mewah dan rupanya yang kacak menyebabkan Musab menjadi kegilaan gadis di Makkah. Mereka sentiasa berangan-angan untuk menjadi isterinya.
Musab sebenarnya adalah anak yang paling disayangi ibunya berbanding adik beradiknya yang lain. Apa sahaja permintaannya tidak pernah ditolak. Oleh itu tidaklah menghairankan apabila ibunya begitu marah selepas mendapat tahu Musab telah menganut Islam.
Ibu dan ayahnya telah mengurung dan menyeksa Musab selama beberapa hari dengan harapan dia akan meninggalkan Islam. Bagaimanapun tindakan itu tidak sedikit pun melemahkan keyakinannya. Pujukan dan ancaman ibunya tidak berkesan. Mereka sudah habis ikhtiar lalu membebaskannya buat sementara.
Tindakan ibunya tidak sedikit pun menimbulkan rasa takut pada Musab, sebaliknya dia tidak jemu-jemu memujuk ibunya memeluk Islam kerana kasih pada ibunya. Musab membuat pelbagai ikhtiar tetapi semua tindakannya hanya menambahkan lagi kemarahan dan kebencian ibunya.
Pada suatu hari Musab melihat ibunya dalam keadaan pucat lesi. Dia pun bertanyakan sebabnya. Kata ibunya, dia telah berniat di hadapan berhala bahawa dia tidak akan makan dan minum sehingga Musab meninggalkan Islamnya.
Cuba bayangkan bagaimana jika anda berada di tempat Musab ketika itu, berhadapan dengan ibu yang hanya hampir tinggal nyawa ikan? Apakah jawapan anda? Tergamakkah anda membiarkannya terlantar begitu? Atau apakah ada jawapan lain yang lebih menggembirakan? Dengarlah jawapan Musab kepada ibunya: Andaikata ibu mempunyai seratus nyawa sekalipun, dan nyawa ibu keluar satu demi satu, nescaya saya tetap tidak akan meninggalkan Islam sama sekali.
Apa lagi lemahlah siibu mendengar jawapan sianak. Dengan jawapan tersebut juga, Musab dihalau daripada rumah ibunya. Tinggallah Musab bersama-sama Rasulullah dan sahabat-sahabat yang sangat daif ketika itu.
Untuk meneruskan kehidupannya, Musab berusaha sendiri bekerja mencari nafkah dengan menjual kayu api. Apabila sampai berita ini kepada ibunya, dia merasa amat marah dan malu kerana kebangsawanannya telah dicemari oleh sikap Musab. Adik-beradik Musab juga sering menemui dan memujuknya supaya kembali menyembah berhala. Tetapi Musab tetap mempertahankan keimanannya.
Sewaktu ancaman dan seksaan kaum Quraisy ke atas kaum Muslim menjadi-jadi, Rasulullah telah mengarahkan supaya sebahagian sahabat berhijrah ke Habysah. Musab turut bersama-sama rombongan tersebut. Sekembalinya dari Habsyah, keadaan beliau semakin berubah. Kurus kering dan berpakaian compang-camping. Keadaan itu menimbulkan rasa sedih di dalam hati Rasulullah. Kata-kata Rasulullah mengenai Musab sering disebut-sebut oleh sahabat:
Segala puji bagi bagi Allah yang telah menukar dunia dengan penduduknya. Sesungguhnya dahulu saya melihat Musab seorang pemuda yang hidup mewah di tengah-tengah ayah bondanya yang kaya raya. Kemudian dia meninggalkan itu semua kerana cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
Apabila ibu Musab mendapat tahu mengenai kepulangannya, dia memujuk anaknya supaya kembali kepada berhala. Dia mengutuskan adik Musab yang bernama al-Rum untuk memujuknya. Namun Musab tetap dengan pendiriannya. Bagaimanapun tanpa pengetahuan ibunya, al-Rum juga sudah memeluk Islam tetapi dia merahsiakannya. Sewaktu berlaku peperangan Uhud, Musab ditugaskan memegang panji-panji Islam. Peringkat kedua peperangan telah menyebabkan kekalahan di pihak tentera Muslimin. Tetapi Musab tetap tidak berganjak dari tempatnya dan menyeru: Muhammad adalah Rasul, dan sebelumnya telah banyak diutuskan rasul.
Ketika itu, seorang tentera berkuda Quraisy, Ibn Qamiah menyerbu ke arah Musab dan melibas tangan kanannya yang memegang panji-panji Islam. Musab menyambut panji-panji itu dan memegang dengan tangan kirinya sambil mengulang-ulang laungan tadi. Laungan itu menyebabkan Ibn Qamiah bertambah marah dan menetak tangan kirinya pula. Musab terus menyambut dan memeluk panji-panji itu dengan kedua-dua lengannya yang kudung. Akhirnya Ibn Qamiah menikamnya dengan tombak. Maka gugurlah Musab sebagai syuhada' Uhud.
Abu al-Rum, Amir ibn Rabiah dan Suwaibit ibn Sad telah berusaha mendapatkan panji-panji tersebut daripada jatuh ke bumi. Abu Rum telah berjaya merebutnya dan menyaksikan sendiri syahidnya Musab. Abu Rum tidak dapat lagi menahan kesedihan melihat kesyahidan abangnya. Tangisannya memenuhi sekitar bukit Uhud. Ketika hendak dikafankan, tidak ada kain yang mencukupi untuk menutup mayat Musab. Keadaan itu menyebabkan Rasulullah tidak dapat menahan kesedihan hingga bercucuran air matanya. Keadaannya digambarkan dengan kata-kata yang sangat masyhur: Apabila ditarik ke atas, bahagian kakinya terbuka. Apabila ditarik ke bawah, kepalanya terbuka. Akhirnya, kain itu digunakan untuk menutup bahagian kepalanya dan kakinya ditutup dengan daun-daun kayu.
Demikian kisah kekuatan peribadi seorang hamba Allah dalam mempertahankan kebenaran dan kesucian Islam. Beliau jugalah merupakan pemuda dakwah yang pertama mengetuk setiap pintu rumah di Madinah sebelum berlakunya hijrah. Kisahnya mempamerkan usaha dan pengorbanannya yang tinggi untuk menegakkan kebenaran. Semua itu adalah hasil proses tarbiyah yang dilaksanakan oleh Rasulullah.
Musab telah menjadi saksi kepada kita akan ketegasan mempertahankan aqidah yang tidak berbelah bagi terhadap Islam sekalipun teruji antara kasih sayang kepada ibunya dengan keimanan. Musab lebih mengutamakan kehidupan Islam yang serba sederhana dan kekurangan berbanding darjat dan kehidupan yang mewah. Dia telah menghabiskan umurnya untuk Islam, meninggalkan kehebatan dunia, berhijrah zahir dan batin untuk mengambil kehebatan ukhrawi yang sejati sebagai bekalan kehidupan dalam perjuangan yang tidak pernah padam.
Friday, April 25, 2008
SIFAT-SIFAT KEIMANAN YANG PERLU DIJAGA DI DALAM DIRI SETIAP PIMPINAN
SIFAT-SIFAT KEIMANAN YANG PERLU DIJAGA DI DALAM DIRI SETIAP PIMPINAN
Dalam merentasi perjuangan Islam, pimpinan alumni telah mengakui diri kita adalah pendakwah perlu meneliti diri ini dari masa ke semasa agar kita dapat melihat di manakah kita dalam menghayati dan mentaati nilai ajaran Islam yang menjadi intisari dakwahnya kepada masyarakat. Kita juga harus meneliti di mana kedudukan diri kita dalam persoalan iltizam dan 'commimen't terhadap Islam supaya kita tidak tergolong di kalangan orang-orang yang dinyatakan oleh Allah – Subhanahu Wata'ala dalam firmanNya:
أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلاَ تَعْقِلُونَ (٤٤:٢)
Terjemahannya: Patutkah kamu menyuruh manusia supaya berbuat kebaikan sedang kamu lupa akan diri kamu sendiri; padahal kamu semua membaca Kitab Allah, tidakkah kamu berakal? (al-Baqarah,2:44).
Maka diingatkan agar amal dan usaha kita tidak menjadi sia-sia dan kita tergolong dalam golongan orang-orang yang disifat oleh Allah dalam surah al-Kahfi,18 ayat 104:
الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا (١٠٤:١٨)
Terjemahannya: (Iaitu) orang-orang yang telah sia-sia amal usahanya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahawa mereka sentiasa betul dan baik pada apa sahaja yang mereka lakukan.
Orang-orang yang benar-benar rugi menurut neraca Islam di hari Akhirat ialah orang-orang yang rugi dan tidak berjaya menyelamatkan dirinya dari seksaan sekalipun kita dapat merangkul dunia seluruhnya melalui kehebatan kerjaya yang kita sandang atau sebagainya. Sebaliknya orang-orang yang benar beruntung mengikut neraca Islam di Akhirat ialah orang-orang yang dapat menyelamatkan dirinya dari seksaan neraka sungguhpun kita kerugian dunia seluruhnya. Orang beriman bijak menilai kehidupan dunia. Menurut Hadith Nabi:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ (رواه مسلم)
Terjemahannya: Dari Abu Hurairah – radiyalLahu ‘anh dia berkata: RasululLah - sallalLahu ‘alayhi wa sallam – bersabda: "Dunia itu adalah penjara bagi orang mukmin dan syurga bagi orang kafir." (Riwayat Muslim)
Orang-orang yang benar-benar beramal menurut neraca Islam ialah orang-orang yang berbuat baik terhadap diri sendiri dan membebaskannya dari api neraka. Firman Allah – Tabaraka wa Ta’ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلاَئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لاَّ يَعْصُونَ اللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (٦:٦٦)
Terjemahannya: Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari Neraka yang bahan-bahan bakarannya: Manusia dan batu (berhala); Neraka itu dijaga dan dikawal oleh malaikat-malaikat yang keras kasar (layanannya); mereka tidak menderhaka kepada Allah dalam segala yang diperintahkanNya kepada mereka, dan mereka pula tetap melakukan segala yang diperintahkan. (at-Tahrim,66:6)
Malah, bukankah kita pernah mendengar Firman Allah - – Tabaraka wa Ta’ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لاَ تَفْعَلُونَ ﴿٢﴾ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لاَ تَفْعَلُونَ ﴿٣﴾ ٣-٢:٦١
Terjemahannya: Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu memperkatakan apa yang kamu tidak melakukannya! Amat besar kebenciannya di sisi Allah kamu memperkatakan sesuatu yang kamu tidak melakukannya. (as-Saff,61:2-3)
Dan tidak gentarkah pada Hadith RasuluLlah SaLlaLlahu 'alaihi Wasallam yang amat menggerunkan ini:
عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ:
يُؤْتَى بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُ بَطْنِهِ، فَيَدُورُ بِهَا كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ بِالرَّحَى فَيَجْتَمِعُ إِلَيْهِ أَهْلُ النَّارِ فَيَقُولُونَ: : يَا فُلاَنُ، مَا لَكَ أَلَمْ تَكُنْ تَأْمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَى عَنْ الْمُنْكَر؟ِ فَيَقُولُ: بَلَى، قَدْ كُنْتُ آمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَلاَ آتِيهِ وَأَنْهَى عَنْ الْمُنْكَرِ وَآتِيهِ (صحيح مسلم)
Terjemahannya: Dari Usamah Bin Zaid - radiyalLahu ‘anh dia berkata: RasuluLlah SaLlaLlahu 'alaihi Wasallam bersabda: "Ada seorang lelaki pada hari kiamat kelak ia digiring ke neraka lalu dicampakkan ke dalamnya. Isi perutnya terburai keluar dan ia berpusing-pusing melengkarinya sebagaimana berpusingnya keldai mengelilingi kincir air, berkumpullah penghuni-penghuni neraka melihat lelaki tersebut lalu mereka bertanya: - "Wahai si pulan tidakkah engkau dahulunya menyuruh orang melakukan yang ma'aruf dan melarang yang mungkar?" Lelaki itu berkata, "Ya! Memang benar, aku dahulunya menyuruh orang lakukan yang ma'aruf tetapi aku sendiri tidak melaksanakannya. Aku melarang kemungkaran, sedangkan ku lakukannya." (Sahih Muslim)
Sesungguhnya taraf iltizam (commitment) dan penghayatan para pimpinan merangkap da'i terhadap Islam mestilah jauh mengatasi tahap penghayatan dan iltizam ahli biasa dan masyarakat umum yang menjadi golongan sasaran dakwah (mad'u). Sekiranya iltizam para pimpinan selaku da'i sama sahaja dengan orang lain maka kita tidak mempunyai apa-apa kelebihan dari orang kebanyakkan. Dengan itu kita seolah-olah menanggung dosa kepura-puraan.
Kita semua harus menyedari bahawa tanpa kita sedari, kita telah melakukan bai'ah dengan Allah – Tabaraka Wa Ta'ala - dalam firmanNya:
إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُم الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإِْنْجِيلِ وَالْقُرْآَنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (١١١:٩)
Terjemahannya: Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman akan jiwa mereka dan harta benda mereka dengan (balasan) bahawa mereka akan beroleh Syurga, (disebabkan) mereka berjuang pada jalan Allah maka (di antara) mereka ada yang membunuh dan terbunuh. (Balasan Syurga yang demikian ialah) sebagai janji yang benar yang ditetapkan oleh Allah di dalam (Kitab-kitab) Taurat dan Injil serta Al-Quran dan siapakah lagi yang lebih menyempurnakan janjinya daripada Allah? Oleh itu, bergembiralah dengan jualan yang kamu jalankan jual belinya itu dan (ketahuilah bahawa) jual beli (yang seperti itu) ialah kemenangan yang besar. (at-Taubah,9:111)
Sesungguhnya kesetiaan para pimpinan merangkap da'i terhadap bai'ah ini bergantung kepada sejauh mana kefahaman kita terhadap al-Quran itu sendiri dan iltizam kita dengan sifat-sifat keimanan yang menyusul selepas ayat ini iaitu ayat seterusnya, at-taubah,9:112:
التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُونَ السَّاجِدُونََ ﭐلأمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ ﭐللَّهِ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (١١۲:٩)
Terjemahannya: (Mereka itu ialah): Orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji Allah, yang mengembara (untuk menuntut ilmu dan mengembangkan Islam), yang rukuk, yang sujud, yang menyuruh berbuat kebaikan dan yang melarang daripada kejahatan, serta yang menjaga batas-batas hukum Allah dan gembirakanlah orang-orang yang beriman (yang bersifat demikian). (at-Taubah,9:112)
Apakah kita tidak teruja atau terdorong untuk mentaddabur dan mengetahui pula dengan sifat-sifat keimanan seperti at-ta'ibun, al-'abidun, al-Hamidun, al-sa'ihun, al-Raki'un dan al-Sajidun, al-Amiru bil Ma'aruf wa Nahuna anil-Munkar?.
Diubahsuai dari: Fathi Yakan (2000). Bahtera Penyelamat dalam kehidupan Pendakwah. Dewan Pustaka Fajar.ms144-147.
Dalam merentasi perjuangan Islam, pimpinan alumni telah mengakui diri kita adalah pendakwah perlu meneliti diri ini dari masa ke semasa agar kita dapat melihat di manakah kita dalam menghayati dan mentaati nilai ajaran Islam yang menjadi intisari dakwahnya kepada masyarakat. Kita juga harus meneliti di mana kedudukan diri kita dalam persoalan iltizam dan 'commimen't terhadap Islam supaya kita tidak tergolong di kalangan orang-orang yang dinyatakan oleh Allah – Subhanahu Wata'ala dalam firmanNya:
أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلاَ تَعْقِلُونَ (٤٤:٢)
Terjemahannya: Patutkah kamu menyuruh manusia supaya berbuat kebaikan sedang kamu lupa akan diri kamu sendiri; padahal kamu semua membaca Kitab Allah, tidakkah kamu berakal? (al-Baqarah,2:44).
Maka diingatkan agar amal dan usaha kita tidak menjadi sia-sia dan kita tergolong dalam golongan orang-orang yang disifat oleh Allah dalam surah al-Kahfi,18 ayat 104:
الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا (١٠٤:١٨)
Terjemahannya: (Iaitu) orang-orang yang telah sia-sia amal usahanya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahawa mereka sentiasa betul dan baik pada apa sahaja yang mereka lakukan.
Orang-orang yang benar-benar rugi menurut neraca Islam di hari Akhirat ialah orang-orang yang rugi dan tidak berjaya menyelamatkan dirinya dari seksaan sekalipun kita dapat merangkul dunia seluruhnya melalui kehebatan kerjaya yang kita sandang atau sebagainya. Sebaliknya orang-orang yang benar beruntung mengikut neraca Islam di Akhirat ialah orang-orang yang dapat menyelamatkan dirinya dari seksaan neraka sungguhpun kita kerugian dunia seluruhnya. Orang beriman bijak menilai kehidupan dunia. Menurut Hadith Nabi:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ (رواه مسلم)
Terjemahannya: Dari Abu Hurairah – radiyalLahu ‘anh dia berkata: RasululLah - sallalLahu ‘alayhi wa sallam – bersabda: "Dunia itu adalah penjara bagi orang mukmin dan syurga bagi orang kafir." (Riwayat Muslim)
Orang-orang yang benar-benar beramal menurut neraca Islam ialah orang-orang yang berbuat baik terhadap diri sendiri dan membebaskannya dari api neraka. Firman Allah – Tabaraka wa Ta’ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلاَئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لاَّ يَعْصُونَ اللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (٦:٦٦)
Terjemahannya: Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari Neraka yang bahan-bahan bakarannya: Manusia dan batu (berhala); Neraka itu dijaga dan dikawal oleh malaikat-malaikat yang keras kasar (layanannya); mereka tidak menderhaka kepada Allah dalam segala yang diperintahkanNya kepada mereka, dan mereka pula tetap melakukan segala yang diperintahkan. (at-Tahrim,66:6)
Malah, bukankah kita pernah mendengar Firman Allah - – Tabaraka wa Ta’ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لاَ تَفْعَلُونَ ﴿٢﴾ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لاَ تَفْعَلُونَ ﴿٣﴾ ٣-٢:٦١
Terjemahannya: Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu memperkatakan apa yang kamu tidak melakukannya! Amat besar kebenciannya di sisi Allah kamu memperkatakan sesuatu yang kamu tidak melakukannya. (as-Saff,61:2-3)
Dan tidak gentarkah pada Hadith RasuluLlah SaLlaLlahu 'alaihi Wasallam yang amat menggerunkan ini:
عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ:
يُؤْتَى بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُ بَطْنِهِ، فَيَدُورُ بِهَا كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ بِالرَّحَى فَيَجْتَمِعُ إِلَيْهِ أَهْلُ النَّارِ فَيَقُولُونَ: : يَا فُلاَنُ، مَا لَكَ أَلَمْ تَكُنْ تَأْمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَى عَنْ الْمُنْكَر؟ِ فَيَقُولُ: بَلَى، قَدْ كُنْتُ آمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَلاَ آتِيهِ وَأَنْهَى عَنْ الْمُنْكَرِ وَآتِيهِ (صحيح مسلم)
Terjemahannya: Dari Usamah Bin Zaid - radiyalLahu ‘anh dia berkata: RasuluLlah SaLlaLlahu 'alaihi Wasallam bersabda: "Ada seorang lelaki pada hari kiamat kelak ia digiring ke neraka lalu dicampakkan ke dalamnya. Isi perutnya terburai keluar dan ia berpusing-pusing melengkarinya sebagaimana berpusingnya keldai mengelilingi kincir air, berkumpullah penghuni-penghuni neraka melihat lelaki tersebut lalu mereka bertanya: - "Wahai si pulan tidakkah engkau dahulunya menyuruh orang melakukan yang ma'aruf dan melarang yang mungkar?" Lelaki itu berkata, "Ya! Memang benar, aku dahulunya menyuruh orang lakukan yang ma'aruf tetapi aku sendiri tidak melaksanakannya. Aku melarang kemungkaran, sedangkan ku lakukannya." (Sahih Muslim)
Sesungguhnya taraf iltizam (commitment) dan penghayatan para pimpinan merangkap da'i terhadap Islam mestilah jauh mengatasi tahap penghayatan dan iltizam ahli biasa dan masyarakat umum yang menjadi golongan sasaran dakwah (mad'u). Sekiranya iltizam para pimpinan selaku da'i sama sahaja dengan orang lain maka kita tidak mempunyai apa-apa kelebihan dari orang kebanyakkan. Dengan itu kita seolah-olah menanggung dosa kepura-puraan.
Kita semua harus menyedari bahawa tanpa kita sedari, kita telah melakukan bai'ah dengan Allah – Tabaraka Wa Ta'ala - dalam firmanNya:
إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُم الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإِْنْجِيلِ وَالْقُرْآَنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (١١١:٩)
Terjemahannya: Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman akan jiwa mereka dan harta benda mereka dengan (balasan) bahawa mereka akan beroleh Syurga, (disebabkan) mereka berjuang pada jalan Allah maka (di antara) mereka ada yang membunuh dan terbunuh. (Balasan Syurga yang demikian ialah) sebagai janji yang benar yang ditetapkan oleh Allah di dalam (Kitab-kitab) Taurat dan Injil serta Al-Quran dan siapakah lagi yang lebih menyempurnakan janjinya daripada Allah? Oleh itu, bergembiralah dengan jualan yang kamu jalankan jual belinya itu dan (ketahuilah bahawa) jual beli (yang seperti itu) ialah kemenangan yang besar. (at-Taubah,9:111)
Sesungguhnya kesetiaan para pimpinan merangkap da'i terhadap bai'ah ini bergantung kepada sejauh mana kefahaman kita terhadap al-Quran itu sendiri dan iltizam kita dengan sifat-sifat keimanan yang menyusul selepas ayat ini iaitu ayat seterusnya, at-taubah,9:112:
التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُونَ السَّاجِدُونََ ﭐلأمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ ﭐللَّهِ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (١١۲:٩)
Terjemahannya: (Mereka itu ialah): Orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji Allah, yang mengembara (untuk menuntut ilmu dan mengembangkan Islam), yang rukuk, yang sujud, yang menyuruh berbuat kebaikan dan yang melarang daripada kejahatan, serta yang menjaga batas-batas hukum Allah dan gembirakanlah orang-orang yang beriman (yang bersifat demikian). (at-Taubah,9:112)
Apakah kita tidak teruja atau terdorong untuk mentaddabur dan mengetahui pula dengan sifat-sifat keimanan seperti at-ta'ibun, al-'abidun, al-Hamidun, al-sa'ihun, al-Raki'un dan al-Sajidun, al-Amiru bil Ma'aruf wa Nahuna anil-Munkar?.
Diubahsuai dari: Fathi Yakan (2000). Bahtera Penyelamat dalam kehidupan Pendakwah. Dewan Pustaka Fajar.ms144-147.
FAKTA PENTING DAN MENARIK SEPANJANG 56 TAHUN PAS (SIRI 1)
FAKTA PENTING DAN MENARIK SEPANJANG 56 TAHUN PAS (SIRI 2)
1. Tahukah kita bahawa Prof Dr. Burhanuddin Al Helmy menyertai PAS pada Disember 1956 setelah dilamar oleh kepimpinan PAS ketika itu untuk dilantik sebagai YDP Agung bagi menggantikan Dr Abbas Alias. Beliau hanya sempat menjadi ahli PAS selama beberapa hari sahaja. Antara yang bertanggungjawab membawa Dr Burhanuddin ke dalam PAS iaitu Hj Hassan Adli, Ketua Pemuda pada ketika itu walaupun mendapat tentangan daripada beberapa orang pimpinan seperti Ustaz Abdullah Othman (Setiausaha Agung ketika itu) dan Ustaz Ahmad Azam Hanafiah. Manakala orang yang diamanahkan untuk melamar Dr Burhanuddin ialah Ustaz Baharuddin Latif (abang Hj Subki Latif) dan Ustaz Abdul Wahab Noor.
2. Dewan Muslimat PAS hanya ditubuhkan selepas kira kira 6 tahun penubuhan PAS iaitu pada 13 Disember 1957 di Batu 20 Bagan Datok, Perak yang bertujuan untuk menyatukan seluruh kaum muslimat di negara ini. Ketua Muslimat yang pertama ialah Ustazah Zubaidah Ali (isteri kepada Ustaz Ahmad Azam, bekas Pesuruhjaya PAS Terengganu dan ADUN PAS Terengganu 1959-1964). Beliau dan suaminya sekarang tinggal di Teluk Gadong, Kelang.
3. PAS pernah memiliki seorang pimpinan yang berbangsa Cina. Pimpinan yang dimaksudkan ialah Hj Mansor Hassan Kwantung atau lebih dikenali sebagai Hj Mansor J.P. Beliau telah dilantik menjadi TYDP Agung PAS pada Januari 1953.
4. Pada 3 Julai 1967, suatu peristiwa yang memeranjatkan negara apabila Ketua Pemuda PAS ketika itu yang juga seorang Ahli Parlimen, YB Abdul Samad Ghaul Ahmad Mianji telah dibunuh dengan menggunakan sebilah kapak ketika beliau berjalan menuju ke keretanya setelah memberi ceramah di Bangunan Zulkifli, Kota Bahru. Pembunuhnya sehingga kini tidak dapat dikesan.
5. Berikut adalah senarai pimpinan PAS yang pernah dilantik sebagai Menteri Besar samada di Kelantan ataupun Terengganu. MB PAS Kelantan iaitu Dato Ishak Lofti Omar, Dato Asri Hj Muda, Dato Hj Muhammad Nasir dan Tn Guru Dato Nik Abdul Aziz Nik Mat. Manakala bagi MB PAS Terengganu ialah Mohd Daud Abdul Samad dan Tn Guru Dato Hj Abdul Hadi Awang. Diantara kesemuanya Dato Nik Abdul Aziz adalah MB yang paling lama berkuasa iaitu telah melebihi 17 tahun dan Mohd Daud adalah yang paling singkat iaitu hanya 2 tahun sahaja.
6. Putera Sultan yang pernah menjadi Pesuruhjaya PAS ialah Tengku Abdul Hamid ibni Sultan Abdullah. Beliau telah menjadi Pesuruhjaya PAS Pahang selama 2 tahun yang berakhir pada tahun 1965. Beliau terpaksa meletakkan jawatan atas nasihat kekandanya Sultan Abu Bakar bagi menjaga nama baik istana kerana penyertaannya ke dalam PAS tidak disenangi oleh parti pemerintah, Umno.
7. Johor adalah negeri terakhir di Semenanjung Malaysia untuk PAS memenangi kerusi iaitu pada Pilihanraya Umum 2004 di DUN Senggerang melalui Dr Ramli Kari. Bagi Melaka dan Negeri Sembilan, PAS pernah mempunyai wakil pada Pilihanraya Umum 1974 melalui Dr Muhammad Nor Nordin (DUN Tanjung Minyak) bagi Melaka dan Hj Azahari Hamzah (DUN Pasir Panjang) bagi Negeri Sembilan.
8. Pada 1 Januari 1973, YDP PAS ketika itu Dato Asri Hj Muda telah membawa PAS untuk menyertai kerajaan campuran PAS-Perikatan. Hasil daripada pembentukan kerajaan campuran ini, beberapa wakil PAS telah dilantik menjadi Exco di beberapa buah negeri. Mereka adalah Dato Abu Bakar Umar dan Ahmad Shukri di Kedah manakala Ustaz Omar Shukri dan Ustaz Kassim Ahmad bagi Terengganu. PAS pula melantik 2 orang wakil Umno sebagai Exco di Kelantan iaitu Dato Husein Ahmad dan Muhammad Idris.
9. Pada 1968, seramai 5 orang ADUN PAS Kelantan yang terdiri daripada seorang Speaker DUN, 2 orang Exco dan 2 ADUN telah tahan di Kuala Lumpur dan cuba disogok dan diugut oleh Umno untuk menyertai Umno dan seterusnya mengundi usul tidak percaya untuk menumbangkan Kerajaan PAS Kelantan. Pada awalnya kesemuanya bersetuju akan tetapi pada hari pengundian usul tersebut, 3 daripadanya menyertai PAS semula. Maka akhirnya Kerajaan PAS Kelantan selamat dari menghadapi usul undi tidak percaya tajaan Umno.
10. Pencapaian terburuk PAS Kelantan adalah ketika Pilihanraya Negeri 1978 (diadakan selepas darurat) apabila PAS hanya memperolehi 2 kerusi DUN iaitu Sering melalui Hj Nik Abdullah Arshad dan Manik Urai melalui Wan Abdullah Wan Su. Pada ketika ini, Umno sering menyindir PAS dengan menyebut PAS hanya tinggal ‘ batu nesan’ di Kelantan. Inilah kali pertama Umno menguasai Kelantan setelah mengadakan pakatan dengan BERJASA pimpinan Dato Muhammad Nasir (bekas MB PAS Kelantan yang keluar PAS dan menubuhkan parti baru)
Disediakan Oleh Mahmud Abu Hanifa
1. Tahukah kita bahawa Prof Dr. Burhanuddin Al Helmy menyertai PAS pada Disember 1956 setelah dilamar oleh kepimpinan PAS ketika itu untuk dilantik sebagai YDP Agung bagi menggantikan Dr Abbas Alias. Beliau hanya sempat menjadi ahli PAS selama beberapa hari sahaja. Antara yang bertanggungjawab membawa Dr Burhanuddin ke dalam PAS iaitu Hj Hassan Adli, Ketua Pemuda pada ketika itu walaupun mendapat tentangan daripada beberapa orang pimpinan seperti Ustaz Abdullah Othman (Setiausaha Agung ketika itu) dan Ustaz Ahmad Azam Hanafiah. Manakala orang yang diamanahkan untuk melamar Dr Burhanuddin ialah Ustaz Baharuddin Latif (abang Hj Subki Latif) dan Ustaz Abdul Wahab Noor.
2. Dewan Muslimat PAS hanya ditubuhkan selepas kira kira 6 tahun penubuhan PAS iaitu pada 13 Disember 1957 di Batu 20 Bagan Datok, Perak yang bertujuan untuk menyatukan seluruh kaum muslimat di negara ini. Ketua Muslimat yang pertama ialah Ustazah Zubaidah Ali (isteri kepada Ustaz Ahmad Azam, bekas Pesuruhjaya PAS Terengganu dan ADUN PAS Terengganu 1959-1964). Beliau dan suaminya sekarang tinggal di Teluk Gadong, Kelang.
3. PAS pernah memiliki seorang pimpinan yang berbangsa Cina. Pimpinan yang dimaksudkan ialah Hj Mansor Hassan Kwantung atau lebih dikenali sebagai Hj Mansor J.P. Beliau telah dilantik menjadi TYDP Agung PAS pada Januari 1953.
4. Pada 3 Julai 1967, suatu peristiwa yang memeranjatkan negara apabila Ketua Pemuda PAS ketika itu yang juga seorang Ahli Parlimen, YB Abdul Samad Ghaul Ahmad Mianji telah dibunuh dengan menggunakan sebilah kapak ketika beliau berjalan menuju ke keretanya setelah memberi ceramah di Bangunan Zulkifli, Kota Bahru. Pembunuhnya sehingga kini tidak dapat dikesan.
5. Berikut adalah senarai pimpinan PAS yang pernah dilantik sebagai Menteri Besar samada di Kelantan ataupun Terengganu. MB PAS Kelantan iaitu Dato Ishak Lofti Omar, Dato Asri Hj Muda, Dato Hj Muhammad Nasir dan Tn Guru Dato Nik Abdul Aziz Nik Mat. Manakala bagi MB PAS Terengganu ialah Mohd Daud Abdul Samad dan Tn Guru Dato Hj Abdul Hadi Awang. Diantara kesemuanya Dato Nik Abdul Aziz adalah MB yang paling lama berkuasa iaitu telah melebihi 17 tahun dan Mohd Daud adalah yang paling singkat iaitu hanya 2 tahun sahaja.
6. Putera Sultan yang pernah menjadi Pesuruhjaya PAS ialah Tengku Abdul Hamid ibni Sultan Abdullah. Beliau telah menjadi Pesuruhjaya PAS Pahang selama 2 tahun yang berakhir pada tahun 1965. Beliau terpaksa meletakkan jawatan atas nasihat kekandanya Sultan Abu Bakar bagi menjaga nama baik istana kerana penyertaannya ke dalam PAS tidak disenangi oleh parti pemerintah, Umno.
7. Johor adalah negeri terakhir di Semenanjung Malaysia untuk PAS memenangi kerusi iaitu pada Pilihanraya Umum 2004 di DUN Senggerang melalui Dr Ramli Kari. Bagi Melaka dan Negeri Sembilan, PAS pernah mempunyai wakil pada Pilihanraya Umum 1974 melalui Dr Muhammad Nor Nordin (DUN Tanjung Minyak) bagi Melaka dan Hj Azahari Hamzah (DUN Pasir Panjang) bagi Negeri Sembilan.
8. Pada 1 Januari 1973, YDP PAS ketika itu Dato Asri Hj Muda telah membawa PAS untuk menyertai kerajaan campuran PAS-Perikatan. Hasil daripada pembentukan kerajaan campuran ini, beberapa wakil PAS telah dilantik menjadi Exco di beberapa buah negeri. Mereka adalah Dato Abu Bakar Umar dan Ahmad Shukri di Kedah manakala Ustaz Omar Shukri dan Ustaz Kassim Ahmad bagi Terengganu. PAS pula melantik 2 orang wakil Umno sebagai Exco di Kelantan iaitu Dato Husein Ahmad dan Muhammad Idris.
9. Pada 1968, seramai 5 orang ADUN PAS Kelantan yang terdiri daripada seorang Speaker DUN, 2 orang Exco dan 2 ADUN telah tahan di Kuala Lumpur dan cuba disogok dan diugut oleh Umno untuk menyertai Umno dan seterusnya mengundi usul tidak percaya untuk menumbangkan Kerajaan PAS Kelantan. Pada awalnya kesemuanya bersetuju akan tetapi pada hari pengundian usul tersebut, 3 daripadanya menyertai PAS semula. Maka akhirnya Kerajaan PAS Kelantan selamat dari menghadapi usul undi tidak percaya tajaan Umno.
10. Pencapaian terburuk PAS Kelantan adalah ketika Pilihanraya Negeri 1978 (diadakan selepas darurat) apabila PAS hanya memperolehi 2 kerusi DUN iaitu Sering melalui Hj Nik Abdullah Arshad dan Manik Urai melalui Wan Abdullah Wan Su. Pada ketika ini, Umno sering menyindir PAS dengan menyebut PAS hanya tinggal ‘ batu nesan’ di Kelantan. Inilah kali pertama Umno menguasai Kelantan setelah mengadakan pakatan dengan BERJASA pimpinan Dato Muhammad Nasir (bekas MB PAS Kelantan yang keluar PAS dan menubuhkan parti baru)
Disediakan Oleh Mahmud Abu Hanifa
Subscribe to:
Posts (Atom)